PENGELOLAAN SAMPAH

Secara umum cara pembuatan kompos ada empat macam :

  1. DENGAN BANTUAN MIKROBA ANAEROB

artinya tertutup, tidak ada udara dari luar yang masuk. Proses  pengomposan tanpa menggunakan oksigen (O2), hasilnya adalah kompos yang mengeluarkan gas metana, CO2 dan senyawa seperti asam organik, berbau, dan sering muncul belatung

Sampah yang dijadikan kompos apa saja , asal organik. Ada sampah dapur, ada daun-daun di halaman, kadang ada bangkai tikus, bekicot, Bisa sayur busuk, bisa nasi basi, bisa sisa kopi atau teh bekas tamu, sisa telur, daging, kulit udang, apapun semua dimasukkan dalam komposter “anaerob” ini. Duri ikan mudah mengurai, tetapi tulang ayam atau tulang sapi sulit mengurai. Tidak apa-apa, masukkan saja, agar sisa-sisa daging yang menempel berproses. Soal tulang yang tidak mengurai biarkan saja, nanti kalau kompos jadi bisa disingkirkan. sayur basi Masukkan saja dengan kuahnya, tidak perlu dipotong-potong, karena sayur basi sudah lunak. Kecuali kalau ada bahan yang ukurannya besar atau lebar, misalnya wortel atau waluh yang tidak terpakai atau daun pisang, perlu juga dipotong kecil-kecil.

Komposter yang bisa digunakan :

a. Gentong

Kalau mau pakai gentong, cari gentong yang ukuran paling tidak 1/2 meter kubik dengan dinding gentong agak tebal, agar tidak mudah pecah bila tersenggol orang. Jangan lupa, cari tutup gentong yang pas dan rapat, bisa memakai cowet tanah (yang untuk membuat sambel) yang ukurannya pas mulut gentong. Kalau gentong diberi lubang-lubang kecil di pantatnya, risikonya ada air lindi yang menetes keluar, nanti bisa menjijikkan. Ada dua solusi. Pertama tidak perlu dilubangi, tetapi pada awal sebelum bahan kompos pertama masuk, maka gentong perlu di isi tanah dulu, sekitar 1/5 isi gentong, seperti dijelaskan di atas. Kedua, bila gentong ingin dilubangi di bagian pantatnya, maka sebaiknya pantat gentong di tanam dalam tanah, hanya pantatnya saja, supaya air lindi yang keluar mengalir keluar berproses langsung dengan tanah. Bisa saja proses kompos ini menjadi ‘becek’, tergantung dari bahan yang masuk banyak kandungan cairan atau tidak. Tidak apa-apa. Solusinya bisa dicampurkan dedak beras yang halus (bukan sekam), diaduk saja sampai tidak becek.
Kalau gentong tertutup baik dan tidak retak, maka bau tidak akan keluar. Bau akan keluar saat tutup dibuka. Bisa terjadi dinding luar gentong menjadi lembab, tetapi tetap tidak akan bau. Wadah diletakkan di mana saja, taruh dihalaman atau di pojok luar rumah. Gentong bisa dicat warna-warni, ditulisi apa saja, bisa sebagai bagian hiasan di luar rumah. Tetangga sama sekali tidak akan terganggu. wadah Boleh saja kena hujan, atau kena matahari langsung, tetapi sebaiknya di bawah pohon agar teduh.

b.Tong 
Pertama: Pipa PVC diameter 1,5 inchi, ukuran 1 meter, dibagi 4 @ 25 cm. Pipa ini fungsinya sebagai “pernafasan” melalui tanah, karena proses kompsonya tak perlu udara (an-aerob). Pipa dibolongin pakai bor atau solder. Lalu salah satu ujungnya ditutup dop. Pipa dibungkus kawat nyamuk (plastik) dan di lem.

Kedua: Tong plastik ukuran sedang (sesuai keinginan). Harganya  sekitar Rp 30 ribu. badan tong dan pantat (dasar) dilobangi pakai bor ukuran 10. Lebih banyak semakin bagus.
Ketiga: Setelah dirakit, tong ditimbun ditanah. Sebelumnya masukan dulu kerikil secukupnya, diikuti pasir, dan ijuk.
Keempat: Timbun sampai penuh, hanya bagian tutupnya yang nampak. Ratakan dan tanami rumput di sekitarnya. Komposter siap digunakan.

Sebelum lupa, bila berniat menggunakan komposter jenis ini, Anda harus siap lahir batin.

Pertama, ada ratusan belatung di dalamnya selama proses pembusukan.

Kedua, bau? Tentu saja, karena prosesnya khan mirip dengan septic tank rumah kita. Coba kalau septic tank dibuka bagaimana baunya? jangan khawatir baunya masih “normal” kok, tidak sebusuk septic tank. Ya agak-agak mirip comberan gitulah.

c.Lubang di tanah

Ukuran 60Cm x 60Cm x 100Cm . Galian tidak disemen, kecuali sekitar 1 bata atau 10 cm di bagian permukaan, yaitu untuk menjaga supaya tidak runtuh. Lubang tanah ini kemudian ditutup dengan beton tipis.

sampah tidak perlu dipotong-potong kecil-kecil, jadi apa adanya saja. Kemudian dikocorkan MOL pekat, lalu di atasnya diberi lapisan tanah setebal kurang lebih 5 cm. Maksudnya agar bila ada proses berbau, tidak menyebar keluar. Setelah itu tutup beton tipis ditutupkan Dalam tempo 1 (satu) bulan kompos bisa dipanen
Ini  tidak disarankan dibuat pada lokasi yang air tanahnya dangkal misal permukaan air tanahnya – 1 m sampai -5 m, kalau lebih dari -5 m tidak apa-apa. Hal ini karena dikhawatirkan air tanahnya akan tercemari oleh lindi yang mungkin terjadi, apalagi bila prosedurnya tidak benar.

Kekurangan  lainnya,  kalau musim hujan air akan mengenang pada lubang, sehingga proses pengomposan akan terhambat.

Bila tempatnya memadai sebaiknya di buat 1 seri komposter yang terdiri dari 3 lubang, ukuran masing-masing lubang sama, dengan jarak antara tiap lubang sekitar 50 cm kemudian dibuat 1 seri komposter yang terdiri dari 3 lubang, ukuran masing-masing lubang sama, dengan jarak antara tiap lubang sekitar 50 cm. Lubang A untuk sampah baru, baik daun segar, sayur busuk, kotoran hewan, bahkan bangkai tikus. Lubang B untuk kompos setengah matang (berasal dari lubang A bagian lapisan bawah yang telah mulai terurai). Lubang C untuk kompos hampir jadi (berasal dari lubang B bagian lubang bawah yang sudah banyak mengalami penguraian).

2. DENGAN BANTUAN MIKROBA AEROB

Proses pengomposan aerob adalah proses pengomposan dengan menggunakan oksigen (O2), hasilnya adalah kompos yang mengeluarkan CO2, uap air, dan panas

Yang harus diperhatikan dalam pembuatan kompos aerob :

a.Sampah dipotong-potong ukuran 2 -4 cm dicacah dengan parang atau dengan mesin

b.Hindari jenis sampah :

– Yang mudah membusuk :protein seperti daging, ikan, udang, juga lemak, santan, susu tulang, duri-duri ikan,buah utuh yang tidak dimakan karena busuk dan berair seperti pepaya, melon, jeruk, anggur. karena mengundang lalat sehingga tumbuh belatung.sisa sayur yang berkuah harus dibuang airnya, kalau bersantan harus dibilas air dan ditiriskan

– Sampah yang keras, bisa dikomposkan  tetapi membutuhkan waktu yang lebih lama yaitu: kayu, bambu, tulang, kulit salak, tanduk biji2 yang utuh atau keras seperti biji salak, asam, lengkeng, alpukat dan sejenisnya.

Ada banyak alternatif komposter yang bisa digunakan :

1.     Keranjang takakura ( karya Prof Koji Takakura dari JPEC Jepang).

Saat ini banyak keranjang takakura yg beredar dipasaran, tapi kita bisa merakit komposter ini sendiri dari keranjang sampah  yang dipinggirnya dilapisi kardus.dialasi sekantong sekam(dengan kasa nyamuk plastik).

http://www.youtube.com/watch?v=E3EzXGOJMdA&NR=1= kompos

serutan kayu /sabut kelapa, lalu lapisi kompos – lalu sampah yang telah dipotong-potong ukuran kompos dst .akhirnya tutup dg bantalan serutan kayu lagi,trus tutup dg plastic hitam lalu tutup keranjang. Letakkan ditempat yang tidak terkena hujan dan terik matahari. Setiap 3-4 hari dibuka dan diaduk-aduk

http://www.youtube.com/watch?v=OI41hdwgk60

Metode lain kompos diganti inokulan = 15 sekam : 5 tanah : 5 dedak :1 pupuk daun : 1 pupuk kandang : 1/4 gula (dilarutkan dalam air secukupnya )dicampur hingga kelembaban 40%, tesnya dg cara dikepal,kalau masih pecah tambah air, kalau terlalu basah air akan menetes, tambah sekam.masukan kedalam karung ,simpan ditempat teduh dan tertutup, hari ke dua-4 suhu akan naik jd 70 celcius, hari ke 5 normal kembali. Hari ke 7 siap digunakan =dicampur sampah kering

.

1 set keranjang TAKAKURA terdiri atas :
Keranjang Plastik = 1 pcs
Bantalan Penyerap (sekam atau lainnya) = 2 pcs
Sekop tanaman/kecil = 1 pcs
Harga Rp. 155.000,-/set (harga belum termasuk biaya kirim)

2.Drum HDPE
dari drum bekas 200 liter, dinding atas dibuang, dan dinding dasar pada tengahnya dilobangi untuk dapat dimasuki pipa PVC 3‐4 inci, yang juga berfungsi drainase. Pada pipa PVC berjarak 5 cm dibuat lobang (bor) sepanjang empat sisinya. Drum dipasang berdiri, diberi ganjal 2‐3 lapis batu bata. Pipa PVC dimasukkan ke lobang dasar, sampai ujung bawah menyentuh tanah dan ujung atas menonjol keatas drum + 10 cm, menembus tengah‐tengah tutup tambahan (bisa dibuat dari tripleks). Ember Kecil Ember plastik 5 l ‐ 10 l yang ada tutupnya, disediakan khusus untuk penampungan sementara (1‐2 hari) sisa organik dapur dan selalu ditaruh di dapur dalam keadaan tertutup. Cara Kerja Komposter (drum) ditaruh di pekarangan di tempat teduh. Sebaiknya dibuatkan tutup atasdari tripleks yang tengahnya Lubang tempat munculnya pipa

Anda bisa juga beli yg sudah jadi :Harga mulai dari Rp. 275.000,- /unit.

Tersedia beberapa ukuran drum kecil : + 60 ltr (tinggi = 50 cm, dia.=30 cm); sedang : + 100 ltr (tinggi = 80 cm, dia.40cm); dan besar : + 200 ltr (tinggi = 90, dia.=55 cm)

Informasi Produk dan Pemesanan, silahkan menghubungi :

Bapak PRIMADIA Telp: 0816 160 7263 / 021-9382 9785
email : epristari@gmail.com
Taman Pondok Cabe Blok C3 No.5-7 Ciputat – Pamulang 15418

3. Bata terawang

 

 

 

 

.

  1. Hand Rotary Biophoskko®
    Rp.7.950.000,-kapasitas 100 l.5 unit Roler kompos dan 1 mesin pencacah sampah organik (MPO 500 HD) . Mini IPKK menghasilkan sekitar 100 kg kompos dan 2 botol @ 500 ml pupuk cair organik

Instalasi Produksi Kompos IPKK
Rp.97.000.000,

  1. Komposter Elektrik Biophosko® KE-100L

Rp.1.495.000,

  1. Bak dari bambu atau kayu

7.       Bak tembok untuk skala menengah

Bak pengomposan

  1. Komposter skala  besar

Bagi skala besar, juga tersedia alat mesin Rotary Klin dengan pilihan kapasitas mengolah sampah 1 m3 ( 1/ 3 Ton) / 5 hari , 3 m3/ 5 hari setara 1 ton sampai 6 m3 ( 2 Ton) / unit mesin/5hari.
Mengelola sampah kota dengan hasil pupuk cair dan kompos padat menggunakan Rotary Klin yang membentuk 1 IPKK akan menghasilkan 40 % kompos padat dari berat bahan sampah organik ( atau semula 1 ton sampah, akan menjadi sekitar 400 kg kompos) . Disamping hasil kompos padat, terdapat 25 botol pupuk organik cair ( liquid organic fertilizer) @ @ 500 ml / batch proses produksi. Dengan kapasitas 5 unit Rotary Klin dalam IPKK ini 3 m3/ hari akan mampu mengolah sampah dari sekitar 150 sampai 200 rumah.

3. DENGAN BANTUAN CACING (VERMIKOMPOS)

http://www.youtube.com/watch?v=AVdrlKq5aT0&NR=1

-jerami yg sudah direndam 3 mg (70%)+pupuk kandang (30%)+ cacing tigerwrom selama 2,5 sd 3 bln.

4. TANPA BANTUAN CACING / MIKRO ORGANISME

Bisa dilakukan, tapi proses pengomposan berlangsung lama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: