Posted by: menujuzerowaste | August 22, 2011

SAMPAH BANDUNG, MASALAH DAN SOLUSINYA

 

Berdasarkan data dari PD. Kebersihan pada tahun 2008, jumlah penduduk Kota Bandung 2.296.848 jiwa,  maka volume sampah domestik Kota Bandung adalah sebesar 7500 m3 per hari. Jika ditambah Kabupaten Bandung, dan Cimahi jumlahnya jadi 15.000 m3. Jumlah sampah yang terangkut ke TPA oleh pihak PD Kebersihan hanya mencapai sekitar 60% saja, sisanya dibuang sembarangan, ditimbun ke dalam tanah, dibuang ke sungai, atau dibakar.

Sebagai gambaran, sampah yang masuk ke TPA Sarimukti yang berasal dari Kota Bandung dan Kota Cimahi setidaknya sebanyak 200 truk sampah. Dari jumlah itu, hanya empat truk yang berisi sampah organik dan masuk instalasi pengolahan kompos. Sisanya dibuang di TPA untuk kemudian dipilah oleh pemulung

Ketika Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kota Bandung masih nebeng di lahan Perhutani dan sering bermasalah, ketika sarana angkutan sampah terbatas,  ketika rencana Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) masih menjadi konflik, maka yang terjadi adalah tumpukan-tumpukan sampah selalu saja menghiasi sudut-sudut kota. Bau aromanya jauh dari visi Kota Bandung, yaitu menjadi Kota Jasa yang Bermartabat. Darurat sampah yang terjadi di Bandung akibat longsornya TPA Leuwigajah, 21 Februari 2005, yang menyebabkan lumpuhnya pengelolaan sampah adalah sebuah pelajaran berharga apalagi kabarnya TPA Sarimukti akan ditutup, hal ini wajib jadi perhatian bersama.

Sampah domestic kurang lebih 65% nya adalah sampah organik, Jika sampah yang 15.000 m3/hari itu dijadikan kompos ,  akan menghasilkan kompos seberat 3588 ton  (asumsi 1m3 kompos = 0.92 ton, rendemen  40 %) jika dijual dengan harga Rp 200/kg (Asosiasi Kelompok Usaha UPPKS, lembaga yang memprakarsai penampungan kompos dari sampah perkotaan)  berarti akan didapat Rp 717,6 juta per hari.Dan  seandainya langsung dijual ke pasar umum nilainya bisa lebih tinggi lagi, harga pasarannya saat ini Rp 500 – Rp 600/kg. Itu baru dari kompos, belum lagi kalau kita jadikan pupuk cair, briket, asap cair, biogas , bioelektrik, beton semen polimer,pakan ternak, aneka macam hiasan, bahan bangunan dll, masalah sampah  bukan hanya dapat kita atasi, bahkan sampah bisa membawa berkah ,bisa menghasilkan banyak uang. Cuma masalahnya : siapa yang mau menangani ???

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: